Pendidikan (ISW)

Inisiasi Kerjasama dengan Program Studi Pendidikan Lintas Kampus, Pimpinan IAI Rawa Aopa Mengikuti FGD

Tarbiyah.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat jejaring akademis dan memperluas jangkauan kolaborasi antarlembaga, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara daring bersama para dosen dan akademisi lintas kampus pada Rabu (29/7/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk mematangkan inisiasi kerja sama strategis, khususnya pada lingkup program studi dan pengembangan pendidikan lintas perguruan tinggi.

Diskusi interaktif tersebut berfokus pada pemetaan potensi serta peluang kolaborasi yang mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas daerah.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa era perguruan tinggi saat ini menuntut keterbukaan dan sinergi yang nyata antarlembaga. Menurutnya, langkah kolaboratif ini menjadi kunci utama dalam merespons dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang pesat.

“Pendidikan perguruan tinggi tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membuka ruang kolaborasi lintas kampus untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memperkuat mutu pengajaran,” ujar Ismail Suardi Wekke usai acara FGD daring tersebut.

Ismail menyampaikan bahwa inisiasi kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademik yang dinamis dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya peran program studi sebagai fondasi utama dalam merancang kegiatan-kegiatan konkret yang berdampak langsung pada kualitas keilmuan.

“Prodi merupakan ujung tombak implementasi kerja sama. Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa kesepakatan yang dibangun tidak berhenti di atas kertas, tetapi mewujud dalam program kolaboratif yang berkelanjutan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas dalam pembelajaran menjadi kebutuhan krusial bagi mahasiswa dan tenaga pengajar saat ini. Ismail meyakini bahwa interaksi lintas kampus akan membuka wawasan akademis yang lebih luas.

“Pengalaman belajar lintas kampus akan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, sekaligus memperluas jejaring profesional para dosen,” tambahnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kolaborasi antar-prodi yang digagas ini direncanakan mencakup harmonisasi kurikulum yang memungkinkan keterlibatan dosen tamu serta pelaksanaan perkuliahan bersama (joint lectures). Langkah ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran dan meningkatkan standar akademik di masing-masing kampus.

Lebih lanjut, Ismail mengindikasikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong penelitian bersama yang melibatkan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi. Riset kolaboratif tersebut diarahkan untuk menjawab serta merespons berbagai isu strategis, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sebagai penutup, Ismail menandaskan bahwa seluruh hasil dan poin penting dari diskusi ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen kerja sama teknis (Memorandum of Agreement) agar program aksi dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis sinergi lintas kampus yang digagas akan membawa dampak positif yang signifikan bagi peningkatan tata kelola akademik dan mutu lulusan di masa mendatang.

ACER-N (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gabung Jejaring ACER-N untuk Penguatan Riset Regional Asia Tenggara

Tarbiyah.rawaaopakonsel.ac.i,d – Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan kerja sama di tingkat regional. Kali ini, institusi pendidikan tinggi tersebut secara resmi menyatakan minatnya untuk bergabung dalam jaringan ASEAN Council for Educational Research Network (ACER-N). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan usai menghadiri upacara bendera dalam rangka Hari Lahir Pancasila (Jakarta, 1 Juni 2026) bahwa momentum ini menjadi titik balik yang sangat penting bagi akselerasi akademik kampus. Penguatan jaringan internasional dipandang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjawab tantangan global. 

Pihak manajemen kampus pun telah mempersiapkan seluruh instrumen pendukung demi kelancaran proses integrasi ke dalam ekosistem ACER-N tersebut. Mengenai kesiapan institusi, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait komitmen penuh kampus dalam penjajakan ini. 

“Kami melihat ACER-N sebagai platform yang sangat strategis untuk mengintegrasikan potensi riset yang dimiliki oleh dosen dan peneliti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan lanskap akademik di Asia Tenggara,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Beliau juga menambahkan mengenai orientasi pengembangan kelembagaan yang sedang berjalan saat ini. 

“Bergabungnya kami dalam jejaring ini akan membuka pintu lebar bagi kolaborasi riset multilateral yang berdampak langsung pada akselerasi mutu lulusan serta reputasi kampus di kancah internasional,” kata Ismail. Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi kesiapan tata kelola internal untuk menyambut kemitraan besar tersebut. “Seluruh jajaran di bidang perencanaan dan keuangan telah dialokasikan secara optimal untuk mendukung implementasi program-program kerja sama internasional yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di sisi lain, terdapat beberapa poin krusial yang disampaikan melalui pernyataan tidak langsung dari sang Wakil Rektor. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam jaringan kerja sama regional seperti ACER-N menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan peluang mendapatkan jejaring penelitian kolaboratif global yang dihasilkan oleh sivitas akademika kampus secara signifikan. 

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyusun peta jalan integrasi kurikulum berbasis riset yang relevan dengan standar serta dinamika pendidikan di kawasan ASEAN. Dalam kesempatan yang sama, beliau memaparkan bahwa keterlibatan ini juga diharapkan mampu menarik minat para peneliti luar negeri untuk melakukan kolaborasi riset terapan di wilayah Konawe Selatan.

Langkah penjajakan ini langsung mendapat respons positif dari seluruh elemen di internal senat dan fakultas. Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di dalam ACER-N diproyeksikan akan memperkuat posisi tawar institusi dalam berbagai forum ilmiah internasional formal. Dengan komitmen yang kuat serta dukungan tata kelola kepegawaian yang profesional, proses aplikasi keanggotaan ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat.